KUDUS KOTA KRETEK DAN 2 WALI

Kabupaten Kudus, sebuah kabupaten yang terletak di bagian utara pulau jawa, masuk dalam bagian dari provinsi jawa tengah dan tidak jauh dari ibukota provinsi jawa tengah. Kabupaten yang termasuk kecil dilihat dari luas daerahnya. Kabupaten kudus berbatasan dari arah barat oleh kabupaten jepara, dari timur berbatasan oleh kabupaten pati dan dari arah selatan berbatasan oleh kabupaten demak. Ohya kembali lagi tentang apa saja potensi kabupaten kudus. Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas kudus, antara lain adalah sebutan kota kretek yang melekat pada kudus sejak abad 19 an, kalau untuk tepatnya tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT. Nah asal mula sebutan kota kretek pada kabupaten kudus ini terjadi karena coba-coba seseorang mengobati penyakit bengek alias asma kemungkinan nama kerennya sekarang.
Orang (H. Jamhari) tersebut mencampur cengkeh di dalam tembakau rokoknya kemudian dibakarnya dan dihisap cengkehnya berbunyi kretek-kretek. Dari hasil percobaan yang berhasil menghilangkan sakit bengeknya, akhirnya banyak tetangga sekitar dan orang-orang lainnya yang minta kepada H. Jamhari untuk meracik obat (rokok) dengan cengkeh dengan tujuan untuk kesembuhan dari sakitnya. Lama-kelamaan pesanan bertambah banyak seiring khasiat yang dirasakan oleh orang-orang yang telah sembuh oleh rokok tersebut. Akhirnya banyak industri rokok skala kecil pada zaman tersebut hingga akhirnya kudus disebut kota kretek karena bunyi pembakaran rokok kretek racikan H. Jamhari tadi.

Dengan banyaknya permintaan rokok kretek tersebut akhirnya ada seseorang yang bernama H. Nitisemito yang memproduksi besar-besaran waktu itu masih di abad 19 an. Dialah satu-satunya orang sipil yang berhasil kaya raya pada masanya karena industri rokok, peninggalannya bisa dilihat bangunan rumah kembar yang terpisah oleh sungai gelis (Kaligelis) tepanya di selatan jembatan dekat menara kudus. Akan tetapi zaman tersebut masih dalam penjajahan oleh pihak belanda. Hingga akhirnya belanda memaksa menutup pabrik H. Nitisemito karena terbukti membantu gerilya pribumi dalam memerangi belanda.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan minat orang kudus memproduksi rokok, hingga akhirnya Rokok dari kudus dijual keseluruh penjuru sampai diluar negeri.

Selanjutnya berbicara kabupaten kudus dari sisi religiusnya , tidak lain adalah pengaruh walisongo yang ada di kudus. Dulunya masyarakat kudus yang tidak beragama dan sebagian besar menganut kepercayaan Kapitayan (Hindu Budha) kini menjadi mayoritas Islam karena tidak lain adalah hasil jerih payah walisongo di tanah kudus. Awalnya kudus dinamai daerah Tajug. Karena disekitarnya terdapat banyak Tajug. Tajug sendiri adalah atap tradisional yang sangat kuno berbentuk piramidal beralas segi empat dan satu puncak.


Tajug tersebut dipercaya mengandung hal keramat. Pada saat itu masyarakat setempat menganut kepercayaan Kapitayan. Namun setelah Syekh Ja'far Shodiq Azmatkhan (Sunan Kudus) berdakwah di daerah tersebut namanya dirubah menjadi Kudus. Nama tersebut diambil dari tempat kelahiran beliau, yaitu Al-quds Palestina. Dari sumber yang ada, persemiannya pada tanggal 23 September 1549 M.

Selain itu ada Sunan Muria yang makamnya terletak di lereng Gunung Muria. Nama asli dari Sunan Muria adalah Raden Umar Said. Sunan Muria berjasa dalam menyebarkan agama Islam di tanah Kudus pada abad 15 waktu itu. Sunan Muria adalah anak dari Sunan Kalijaga yang sekarang makamnya ada di Demak. Julukan Sunan Muria didapatkan karena daerah dakwahnya ada disekitar Gunung Muria pada waktu itu. Dalam proses dakwah beliau menggunakan metode kesenian yaitu dengan gamelan dan wayang untuk mengumpulkan masyarakat kala itu.

Sejarah kabupaten kudus juga menghasilkan julukan "Kudus Kota Santri", hal ini diperkuat oleh adanya yang terkenal yaitu pondok pesantren tahfidz Yanbu'ulQur'an (Krandon) yang didirikan KH Arwani Amin dan pondok pesantren Raudlatul Muta'allimin (Langgar Dalem) yang didirikan KH Muhammad Irsyad.

Demikian sedikit pembahasan dari kabupaten kudus terkait dari beberapa julukan dan asal mula kota kudus. Semoga cerita ini bisa menjadi sumber inspirasi bagaimana "Gusjigang" (Bagus Ngaji Bagus Dagang) ilmu agama dan ilmu usaha menjadi jadi satu. Intinya kudus adalah kota industri yang santri. Sekian dan Terima Kasih
Next Post
No Comment
Add Comment
comment url